2008
Laskar Pelangi : A Film Worth to Watch
Last Sunday, i go to senayan city watch this movie (laskar pelangi), for the film that has over 2hours duration, it’s worth to watch ![]()
Oh ya ini review singkat dari buyungupik : Laskar pelangi menceritakan tentang sebuah SD kecil berbasiskan ajaran agama Islam bernama SD Muhamadiyah (tapi gak ngerti juga ini diitunganya SD negri ato bukan yah
). Bersetting di sekitar tahun 1970 an.
Kisah tentang 10 orang murid dengan kemampuam finansial yang amat terbatas, tapi hal ini gak pernah menyurutkan mereka untuk terus mengenyam pendidikan di sekolah. Dengan lokasi tempat tinggal yang berkilo-kilometer jauhnya, salah satu murid malah harus sempat berhadapan dengan sarang buaya tiap kalinya ia hendak ke sekolah.

Sudah berdiri semenjak berpuluh tahun lamanya, dan menghasilakan murid-murid dengan integritas tinggi, sekolah ini lama-lama mulai kehilangan murid2nya (yg ini kurang ngerti jg kenapa), kalah bersaing degan SD negri PT timah (perusahaan yang sedang jaya2nya di masa itu), bersandarkan dinding bambu yang sudah reyot dan hampir tidak kuat menahan beban atap sekolah yang mulain bocor kalo tertimpa hujan itu.
Kondisi sekolah yang sudah mau roboh, dan masalah transportasi yang dialami para murid. Semua gak jadi soal…mereka semua (para murid itu) mungkin miskin…tetapi mereka mesti berani punya cita2 (kutipan dari salah satu peran di film laskar pelangi). SD muhamadiyah..bukan sekedar lembaga pendidikan yang mengedepankan sekedar nilai-dan angka di atas kertas rapor, tapi juga yang tak terlihat oleh mata, nilai hati.
mereka semua (para murid itu) mungkin miskin…tetapi mereka mesti berani punya cita2
Kata buyung: film ini diangkat dari kisah nyata yang begitu menyentuh. diangkat dari novel karya andrea hinata (dalam film laskar pelangi adalah ’si ikal’) punya basic cerita yang begitu bagusnya…tapi sayang film garapan Riri Riza ini seperti nya kurang oke dalam proses editingnya, terlihat dari scene-scene yang rasanya kurang pas waktu ‘cut’ nya, dan beberapa scene yang rasanya terlalu singkat (seperti misalya saat menempel pengumuman lomba cerdas cermat). Oh iya ending cerita di film terasa hambar dan tergesa-gesa, hanya 2 tokoh yang sempat diulas, dan itu pun sangat general. meski film berakhir happy ending dengan di terimanya si ikal di beasiswa ke soubone, perancis , tapi koq kerasa hambar yah …![]()
Tapi di lain sisi, film ini berhasil menyentuh emosi para penontonnya, untuk ikut bersimpati kepada tokoh-tokoh didalamnya (kalo menurut saya trutama, si lintang , hehe). Baik di tonton bersama keluarga, bagus juga dampaknya sebagai pendidikan sosial terhadap masyarakat, bahwa pendidikan merupaka gerbang untuk keluar dari jurang kebodohan dan kemiskinan.


